Sabtu, 08 Februari 2014

AL BANNA MUDA PERSIL VII

PERSIL VI

      HARI KEBERANGKATAN
     Sore itu, ketika Tama memberi kabar pada Lestari bahwa Tama sudah akan berangkat menuju kota Yogyakarta, Lestari masih berada di kantornya, dia masih bekerja. Tidak seperti biasanya, Lestari jam 5 belum juga pulang ke rumah ibu kosnya. Hari ini dia merasa tidak nyaman dengan semua saudara ibu kosnya. Karena sehari yang lalu saudara-saudara ibu kosnya sedang berkumpul di rumah ibu kos, untuk memperingati 1000hari kematian anak ke 2 ibu kos. Sebenarnya sih Lestari tidak masalah dengan kehadiran mereka,karena Lestari orangnya selalu terbuka dan bisa dengan mudah membaur dengan semua saudara-saudara ibu kosnya. Hanya saja dia merasa sedikit tidak nyaman karena sikap dari salah satu saudaranya yang terlalu kritis. Alhasil rasa bosanlah yang dia rasakan waktu itu. Ada fikiran di benak Lestari untuk pindah kos waktu itu. Segera dia mendapat kabar baru lagi dari Tama, itu sudah sedikit membuat Lestari tidak lagi bosan. Tama memang lelaki yang bisa membuat Lestari bahagia waktu itu. Rasa tak sabar untuk menanti hari sabtu besok itu lah yang di rasakan saat ini oleh Lestari. Sabtu besok Lestari memilih untuk izin ngantor sehari, itu sebenarnya adalah permintaan dari Tama. Supaya Lestari bisa menemani Tama di hari sabtu besok. Tetapi rencana awal itu gagal mereka lakukan. Pasalnya Tama sampai di kota Yogyakarta pada siang hari jam setengah 1.

     Sesampainya Tama di kota Yogyakarta, tujuan Tama yaitu ke rumah temannya yang bernama Satria untuk membantu mencarikan penginapan yang dekat dengan Lestari,kebetulan juga rumah Satria juga tidak terlalu jauh dari kos Lestari. Satria sudah sehari yang lalu berada di Yogyakarta. Karena Satria lebih mengenal kota Yogyakarta dari pada lestari yang baru 4 bulan berada di Yogyakarta.

     Mereka, Tama dan Lestari akhirnya memutuskan untuk bertemu dan berangkat bersamaan di acara gethring tersebut. Karena tidak mungkin mereka jalan dulu sebelum acara. Karena jam sudah menunjukan jam 3 sore, itu artinya 2 jam lagi acaranya akan di mulai, dan Tama lah yang harus mengisi acara tersebut.

     Satu jam yang mendebarkan bagi lestari saat itu, dia sudah berusaha tampil secantik mungkin untuk Tama. Hari ini bisa di bilang hari yang tak akan pernah Lestari lupakan, ya karena memang itu lah yang akan terjadi selanjutnya. Lestari menunggu kedatangan Tama untuk menjemputnya dengan taxi di depan gedung yang akan di jadikan sebagai perpustakaan daerah (perpusda) kota Yogyakarta. Gedung itu di bangun dengan tujuan sebagai gedung perpusda, akan tetapi entah mengapa setelah gedung itu selesai di bangun, gedung itu tak ada yang merawatnya dan belum juga resmi di jadikan perpustakaan daerah (perpusda) kota Yogyakarta, hingga sampai gedung itu di renovasi lagi. Setengah jam kemudian, taxi Tama pun datang. Ketika Tama datang, Lestari sedang ngobrol asik dengan laki laki yang sejak tadi menemaninya untuk menunggu kedatangan Tama, untungnya ada lelaki itu,Lestari jadi tidak bosan menunggu Tama datang menjemputnya di depan gedung perpusda itu. Karena cuaca kota Yogyakarta waktu itu yang masih cerah dan sangat panas.
     Ketika Tama turun dari mobil dan tersenyum padanya,di susul jabat tangan dari Tama, Lestari hanya bisa membalas senyuman Tama tanpa bersuara. Ini untuk pertama kalinya Lestari bertemu secara langsung dengan Tama. Orang yang hanya dia lihat di dunia maya, dan orang yang hanya dia dengar suaranya dari telefon. Dan sekarang, dia berada tepat di depannya. Lestari akan melihat sosok Tama malam ini, dan juga seharian besok. Selama di dalam mobil. Lestari hanya memilih untuk diam dan mendengarkan Tama berbicara. Tama memang sama persis dengan yang ada di telefon. Dia lebih banyak bercerita, dari pada Lestari. Padahal Lestari itu orangnya lebih banyak bercerita kalau sama laki laki,dan baru kali ini juga Lestari lebih banyak menjadi pendengar setia Tama. Tak terbayangkan seberapa besar rasa senang di hati Lestari waktu itu. Serasa Lestari sedang bermimpi, bisa dekat dan memiliki hubungan khusus dengan orang yang selama ini dia kagumi karyanya. Dan tak terbayangkan juga bagi Lestari, untuk menjadi alasan Tama datang ke kota Yogyakarta. Sebenarnya gethering yang di selengarakan Tama di kota tersebut hanyalah alasan Tama untuk menghabiskan malam minggu bersama Lestari.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar